Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Hukum Memakai Cincin (kawin) Bagi Laki-laki

Posted by jutaajrullah on 15 October 2010

Seorang muslim laki-laki menggunakan cincin itu mubah (boleh) asal bahan cincin bukan dari emas, karena Rosululloh menggunakan cincin yang terbuat dari perak dan diukir dengan tulisan ‘Muhammad Rosululloh’. Dalam sebuah hadits dari sahabat Anas bin Malik ra., ia berkata bahwa Rosululloh SAW memakai cincin dari perak yang diukir dengan tulisan Muhammad Rosululloh dan Rasul bersabda, “Sesungguhnya aku memakai cincin dari perak dan aku lukis di atasnya, “Muhammad Rosululloh”. Maka janganlah seseorang mengukir seperti ukirannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Cincin kawin boleh saja dipakai oleh seorang lelaki muslim asal bukan terbuat dari emas, kalau terbuat dari emas maka hukumnya Haram. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rosululloh SAW melihat cincin dari emas di tangan seorang lelaki, maka Rosululloh melepasnya dan membuangnya. Kemudian Rosululloh bersabda, “Seorang di antara kamu sekalian sengaja mengambil bara dari api neraka dan meletakkannya di tangannya.” Setelah Rosululloh pergi, seorang sahabat menyuruh lelaki itu mengambil cincin yang sudah dibuang Rosululloh agar cincin tersebut bisa dimanfaatkan. Tetapi lelaki itu menjawab, “Aku tidak akan mengambil cincin itu selamanya karena itu sudah diharamkan oleh Rosululloh SAW.” (DR. Musthofa al-Khin. al-fiqh al-Manhaji: III/94-95)

Kesimpulannya adalah seorang lelaki muslim boleh memakai cincin kawin asal cincin tidak terbuat dari bahan emas. Tetapi bagi wanita muslimah boleh menggunakan perhiasan dan cincin kawin dari emas asal tidak berlebihan. Hal ini sesuai hadits riwayat al-Tirmidzi dari Abi Musa al-Asy’ari ra. bahwa Rosululloh bersabda, “Diharamkan pakaian sutera dan emas kepada kaum lelaki dari umatku dan dihalalkan bagi kaum wanita.” Adapun mencium tangan mertua laki-laki oleh menantu perempuan hukumnya boleh, karena keduanya telah terikat dalam hubungan mahram yang disebabkan mushaharah (perkawinan). Artinya seorang mertua lelaki akan menjadi mahram bagi menantu perempuan begitu juga mertua perempuan menjadi mahram bagi menantu lelaki (lihat Q.S. al-Nisa’ Ayat 22). Dengan syarat tujuannya untuk penghormatan dan bukan syahwat. Wallohu a’lam bi al-shawab.

Rujukan : http://nurulhayat.org

About these ads

One Response to “Hukum Memakai Cincin (kawin) Bagi Laki-laki”

  1. jutaajrullah said

    Reblogged this on Juta Ajrullah and commented:

    Wawasan Bagi yang akan menikah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 771 other followers

%d bloggers like this: