Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Ironi Pembangunan di UB

Posted by jutaajrullah on 21 January 2009

Lama gak masuk areal Universitas Brawijaya (UB) Malang bikin aku pangling pas beberapa waktu yang lalu aku numpang ngenet di UB. Kebetulan lagi banyak waktu luang, trus aku manfaatin Bwat Online yang gratis (Pake WiFi). Tempat yang enak+deket dengan Rumah ya di UB itu. Jadi deh, beberapa waktu yang lalu aku lumayan sering ke UB. Kondisinya Sekarang bener2 berubah. Di mana2 pada dibangun gedung bertingkat. UB bener2 mau berubah wajah.  Pengen jadi kampus yang bisa Go International, diakui dunia pendidikan Nasional, Asia, dan Dunia, Punya ISO, punya penghargaan2 dan punya fasilitas yang serba mutakhir alias baru. Gedung2 ditinggiin lagi. Tanah kosong dibikin gedung baru yang bertingkat, Kalo gak gitu taman yang ada WiFinya, ato areal parkir. Jalan2 di kampus diperlebar biar bisa simpangan klo ada 2 mobil lewat, ato klo  ada Bis yang lagi keliling Kampus. Jalan2 utama dibikin dua jalur, biar kayak Boulevard, arus lalu lintas kendaraan diatur sedemikian rupa biar gak gampang kena macet, tapi jadi harus muter2 dulu klo harus kemana2 di UB.

Soal pembangunan gedung ni, hampir setiap Fakultas di UB sedang bangun gedung baru yang tentu saja bertingkat. Paling gak minimal 2 tingkatlah. Pas lagi sering2nya ke UB, aku emang sering ngamati wajah kampusku kuliah dulu. Rasa2nya hampir gak ada bangunan yang gak bertingkat. Mulai tempat UKM, Ruang kuliah, Kantor, Rektorat semuanya gedung bertingkat. Tapi, ternyata aku salah besar. Ada satu bangunan yang ternyata tidak bertingkat. Padahal bangunannya ini dah lama bgt. Disaat gedung/ bangunan yang lain ditinggikan atau diremajakan, bangunan ini justru dibiarkan begitu saja. Paling cuma dicat lagi biar warna bangunannya gak Kusam.  Bangunan itu Masjid Raden Patah (MRP). Ya, Masjid Raden Patah adalah satu2nya gedung fungsional di UB yang tidak bertingkat (cuma 1 lantai). Nampak semakin tenggelam diantara gedung2 bertingkat yang lagi dibangun disekelilingnya. Ada Gedung barunya FE di barat, Ada Guest House di Utara, ada Samanta Krida+ GOR yang lagi dibangun di Timur, Ada FTP di sebelah Selatan.  Wajah MRP pun gak banyak berubah, mungkin alumni2 yang lain gak bakal pangling klo liat MRP yang sekarang. Dari dulu ya begitu2 aja. Beda dengan FE, FIA, Teknik, Rektorat, Guest House yang sekarang. Fasilitas di MRP pun juga gak banyak berubah.. Mulai tempat wudhu, tamannya, tempat penitipannya, Fotocopyannya, Sekret UAKI juga gak jauh berubah. Klo mau Cari jaringan WiFi di sekitar MRP gak bakal ada jaringan yang namanya “MRP” ato” Masjid Raden Patah”.

Inilah ironi pembangunan di Universitas Brawijaya. Seperti yang sudah2,  Pembangunan IPTEK jarang sekali dibarengi pembangunan IMTAK. Yang penting pinter, maju, berkualitas secara hardskill, tapi runyam besar soal agama dan softskill. UB memng bukan PT yang berbasis Agama, tapi juga bukan PT yang tidak mengajarkan norma2 agama sama sekali. Tapi, yang diajarkan ya cuma segitu2 aja. Selebihnya diserahkan ke UKM2 ato kegiatan tidak terstruktur (diluar kurikulum). Pembangunan yang sekarang lagi gencar2nya dilakukan di UB secara langsung menunjukkan perhatian mereka terhadap  Ketuhanan. Makannya bukan hal yang mengejutkan klo UB bisa menghasilkan Lulusan yang hebat, pinter, canggih, tapi lemah soal pengetahuan beragama (termasuk aku juga. heheehe…..). Padahal di jaman yang semakin mendekati kiamat ini, satu2nya pegangan yang paling kuat ya AGAMA itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: