Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Mereka yang menghilangkan rasa Capekku…

Posted by jutaajrullah on 3 March 2009

  • Penjual sayuran, buah2an, dan hasil bumi lainnya di Pasar Besar. Yang pagi2 jam 4 subuh sudah aktif bekerja di Pasar Besar.. Bahkan sampai matahari terbenam, dan sampai dini hari keesokan harinya..
  • Tukang Becak di sepanjang jalan Pasar Besar, Jl. Kolonel Sugiono, Terminal dan Pasar Gadang.. Yang sepanjang hari setia menanti penumpang. Bahkan sampai hujan lebat, dimana yang lain menepi untuk berteduh, tapi mereka tetap setia dan sabar menunggu di bawah guyuran hujan. Yang menanti penumpang bahkan sampai jam setengah 2 subuh, sampai terlelap di tempat dia bekerja. Di Becaknya sendiri..
  • Penjual barang2 bekas di sekitar Klenteng Eng An Kiong. Yang setiap malam membuka lapaknya di saat toko2 lain justru telah menutup tokonya untuk beristirahat, Namun mereka justru baru memulai roda ekonomi untuk mengadu peruntungan. Menjual barang2 bekas yang mereka dapat saat berkeliling di pagi dan siang harinya…
  • Penjual warung2 makan di malam hari yang ada di sekitar pasar dinoyo, pasar besar, sepanjang jalan kawi, sekitar terminal gadang. Yang masih setia melayani konsumennya.. di saat warung2 yang lain telah tutup, dan penjualnya pun telah beristirahat..
  • Anak2 yang menjajakan kue2 basah dan gorengan dengan berjalan kaki dan memakai topi sebagai ciri khasnya.. Yang dengan semangatnya menjajakan barang dagangannya dengan berjalan sejauh yang dia mampu. Yang tidak akan berhenti berjalan sampai kue2 yang mereka tawarkan habis terjual.. Yang pernah aku jumpai telah berjalan kaki di jam 7 pagi hari, dan masih tetap berjalan di jam 7 malam harinya..
  • Para calon pahlawan devisa. Yang rela mengorbankan segalanya untuk merubah nasib hidupnya. Yang rela meninggalkan Buah hati, Keluarga, dan cintanya sejauh mungkin.. Hanya untuk mencari sesuatu yang paling kotor di dunia ini, namun justru harus melewati usaha yang sangat rumit untuk meraihnya..
  • At last, but not at least.. Cintaku Karina. Yang selalu setia menyemangati di pagi hari. Yang selalu aku nanti dan cari2 suaranya di saat letih yang sangat mendera. Yang selalu mengingatkan bahwa ada cita2 yang harus segera dicapai. Yang harus dilalui terlebih dahulu dengan jerih payah yang teramat sangat, untuk kebahagiaan di saat akhir…

One Response to “Mereka yang menghilangkan rasa Capekku…”

  1. alhakim said

    Bersyukurlah, karena kita lebih beruntung dari orang lain🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: