Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Prinsip 3E dalam Pelayanan Publik

Posted by jutaajrullah on 3 June 2010

Dalam era penerapan Good Governance saat ini, upaya mengelola dan menjalankan roda pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah harus berpegang teguh, salah satunya, adalah dengan prinsip 3E, yaitu Efisiensi, Efektivitas dan Ekonomis. Penerapan prinsip-prinsip Good Governance dalam pemerintah harus disertai dengan implementasi prinsip 3E tersebut agar dapat terwujud secara optimal dan sesuai harapan bersama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada dasarnya penerapan prinsip 3E terdapat pada seluruh aspek, fungsi dan sistem pemerintahan negara. Implementasi kebijakan, struktur pemerintahan, pengelolaan pegawai dan keuangan negara, proses peradilan, dan bahkan yang utama adalah pelayanan publik kepada masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah harus memperhatikan prinsip 3E. Dalam pelayanan publik, perlunya diterapkan prinsip 3E (efisiensi, efektivitas dan ekonomis) adalah supaya profesionalitas pelayanan pemerintah dapat tercapai. Dalam hal ini, profesionalisme ditekankan agar kualitas pelayanan publik dapat mencapai titik optimal.

Efisien berarti menjalankan sesuatu tugas dengan tepat dan cermat, berdaya guna, serta tepat guna. Tetapi Efisien dalam pelayanan Publik disini lebih melekat pada upaya organisasi pemerintah untuk menghemat sumberdaya publik yang dititipkan kepada pemerintah. Atau dalam artian output yang dihasilkan dari setiap penyelenggaraan urusan otonomi tercapai dengan input yang minimal. Barangkali akan lebih tepat jika disebut dengan ”doing more with less”. Tujuannya adalah menciptakan  kesan bahwa pemerintah akan selalu hemat dalam mempergunakan resources, baik yang berupa pegawai, uang, peralatan dan tata kerja dalam menjalankan tugas pokoknya. Sehingga dalam pelayanan publik dituntut untuk lebih berperilaku kreatif, inovatif dan bertindak cerdas tentang  mana yang harus didahulukan, hal apa yang menjadi prioritas dan mampu membedakan antara urgen dan yang sia-sia bila dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya, upaya menghemat dan menambah sumber aset publik melalui investasi publik yang tidak membebani mereka.

Efektivitas secara sederhana dapat diartikan “tepat sasaran” (bukan off target/ salah sasaran). Efektivitas lebih diarahkan pada kebijakan, artinya program-program pembangunan yang akan dan sedang dijalankan ditujukan untuk memperbaiki kualitas kehidupan rakyat yang benar-benar memerlukannya dan akhirnya dapat menaikkan produktivitas global rakyat yang akan berdampak pada meningkatnya investasi publik dalam bidang sosial, ekonomi dan konsekuensi logis dari kesadaran rakyat akan nilai yang berkualitas dari barang dan jasa yang disediakan pemerintah. Efektif dapat juga diartikan bahwa dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya pemerintah dapat mencapai sasaran yang direncanakan, dimana sasaran dan tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah harus terukur dan ada standar yang jelas. Tujuan dalam konteks efektif ini adalah meningkatkan kepekaan pemerintah dalam menentukan tujuan atau sasaran dari setiap otonomi yang dilaksanakannya. Kejelasan sasaran tersebut akan menunjukkan sejauh mana pemerintah dapat menangkap aspirasi dan mengartikulasikan tuntutan dan dukungan masyarakat.

Ekonomis artinya sifat hati-hati di dalam pengeluaran uang, pemakaian barang, dan penggunaan waktu. Selain itu Ekonomis juga diartikan mampu menjadi sumber baru dan memproduksi nilai tambah untuk kemudian hari. Di dalam pelayanan Publik, Ekonomis dalam arti pengenaan biaya pelayanan umum harus ditetapkan secara wajar dengan memperhatikan:

  1. Nilai barang dan jasa pelayanan umum dan tidak menuntut biaya yang tinggi di luar kewajaran.
  2. Kondisi dan kemampuan masyarakat untuk membayar secara umum.
  3. Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peningkatan dalam pelayanan publik ditandai oleh peningkatan karya (peformance improvement) yang berdasarkan konsepsional dilakukan dengan berbagai cara yakni melalui perbaikan efisiensi, efektivitas dan ekonomis. Jadi, bila ketiga hal ini berhasil diupayakan perbaikannya, maka akan didapatkan peningkatan produktivitas yang akan memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Dirujuk dari berbagai sumber ilmiah tentang Pelayanan Publik.

One Response to “Prinsip 3E dalam Pelayanan Publik”

  1. […] by jutaajrullah on 28 August 2010 Menyambung Postingan sebelumnya tentang Prinsip 3E dalam Pelayanan Publik, berikut ini adalah sedikit ulasan tentang hubungan antara pelayanan publik dengan pentingnya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: