Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Seandainya Rosulullah Bertamu ke Rumah Kita

Posted by jutaajrullah on 22 July 2010

Semoga cerita pengandaian ini menginspirasi kita..

Saudaraku, bayangkan apabila Rosululloh dengan seijin Alloh tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang kira-kira akan kita lakukan? Pastinya kita akan sangat berbahagia lalu memeluk beliau erat-erat, mempersilah-kan beliau masuk ruang tamu kita lalu meminta dengan sangat agar beliau sudi menginap beberapa hari di rumah kita.
Beliau tentu tersenyum……..

Tapi, barangkali kita akan meminta pula beliau bersedia menunggu sebentar saja di depan pintu rumah kita karena kita teringat masih ada CD film dewasa di ruang tengah hingga kita harus tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita cantik yang berpakaian terbuka yang kita pajang di ruang tamu kita, hingga kita meminta Beliau tetap menunggu di balik pintu agar memberi waktu buat kita untuk memindahkan lukisan itu.
Barangkali kita akan segera memindahkan lafadz Alloh dan Muhammad yang ada di ruang sempit bagian samping rumah kita dan  memajangnya di ruang tamu kita.
Beliau tentu masih tersenyum…….

Bagaimana bila kemudian Rosululloh bersedia menginap di rumah kita? Pasti kita akan merasa malu karena kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari mereka.
Barangkali kita menjadi bertambah malu bahwa ternyata kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rosululloh dan sahabatnya tetapi justru hafal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols, KDI, AFI dan artis-artis sinetron kita beserta gosip seputar mereka.
Beliau tentu tetap tersenyum…….

Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat keluarga. Dan barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rosululloh.
Barangkali kita menjadi sangat malu ketika junjungan kita ini mengetahui bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi. Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV menonton gosip selebriti.
Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah.Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Qur’an. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.
Beliau tentu masih tetap tersenyum…

Barangkali kita menjadi malu jika Rosululloh menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rosululloh bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum beliau masih ada di situ…
Sahabat, bayangkan apabila Rosululloh tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah kita karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan sangat malu di depan Rosululloh?
Masihkah kita merindukan beliau singgah di rumah kita? Dan masihkah beliau tersenyum? Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir. Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rosululloh…
Maafkan kami ya Rosululloh…

Sumber:www.nurulhayat.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: