Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Posts Tagged ‘Al Kitab’

Menyambut Kelahiran Nabi Isa as. (2)

Posted by jutaajrullah on 20 December 2013

Menyambut Kelahiran Nabi Isa as. (2)

(Toleransi Beragama)

Oleh: Juta Ajrullah

Setelah mengetahui fakta sesungguhnya dari penjelasan di atas, sebagai umat Islam yang meyakini kebenaran Al Qur’an dan beriman serta bertakwa hanya kepada Allah swt, maka marilah kita menata hati, sikap dan pikiran kita dalam menyikapi perayaan Hari Natal umat Nasrani. Dengan mengetahui kesesatan semua ajaran-ajaran yang dianut khususnya dalam merayakan Hari Natal sudah seharusnya kita tidak membantu, berpartisipasi atau turut campur dalam semua akhtivitas yang berkaitan dengan perayaan hari itu. Bagaimana mungkin kita sebagai umat Islam yang telah mengetahui kekeliruan perayaan Natal justru ikut ambil bagian dalam perayaan itu?! Sudah seharusnya kita menahan diri dan menghindari terlibat lebih jauh dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengannya, seperti: menghadiri perayaan natal, menonton berbagai pertunjukan seputar Natal, mengucapkan selamat Natal, memberikan bingkisan dalam perayaan Natal, membantu persiapan perayaan Natal, dan kegiatan lain dalam rangka meramaikan perayaan Natal.

Peran serta aktif kita dalam berbagai perayaan hari besar agama lain merupakan dukungan terhadap ajaran dan perayaan yang mereka yakini, padahal kita tahu bahwa apa yang mereka rayakan itu jauh dari kebenaran. Jika kita mengetahui kesesatan di depan kita, mengapa kita dukung orang lain menjalaninya? Seandanya saja kita tidak menyadari sedang dalam kesesatan, gembirakah kita jika ada yang memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya? Atau, boleh jadi mereka mengetahui kekeliruan itu, tapi menutupinya sampai kita tidak sadar telah masuk dalam perangkap kaum Nasrani dan menjadi kafir pula. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita selalu waspada mengenai hal ini sebagaimana sabda Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam, dari Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu:

 لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوْهُ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى! قَالَ: فَمَنْ

 “Sungguh kalian betul-betul akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga, andaikata mereka masuk ke lubang dhab, niscaya kalian akan mengikutinya,” Kami berkata, “Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nashara?” Beliau menjawab, “(Ya), siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Kita umat Islam hendaknya mengembangkan sikap toleransi dan tenggang rasa dengan benar dan tepat, tidak mencampuradukkan antara toleransi dan tolong-menolong urusan duniawi dengan toleransi dalam urusan aqidah. Dalam urusan duniawai, Allah telah menganjurkan kita untuk bermuamalah dengan sesama manusia, sebagaimana firmanNya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al Hujurat: 13). Dalam bermuamalah dengan sesama manusia itu, kita dianjurkan untuk saling Tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketakwaan kepada Allah SWT bukannya tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran ajaran-Nya (QS. Al Maidah: 2)

Disamping itu, kita umat Islam tidak boleh mencampuradukkan akidah dan peribadatan agama lain dengan agama Islam. Allah berfirman:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3)
وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

Artinya: (1) Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, (2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (3) dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. (4.) dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. (5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (6.) untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al Kafirun: 1-6)

Berpartisipasi dalam Hari Raya mereka bisa disebut juga menyerupai mereka. Padahal, Islam telah melarang menyerupai orang-orang kafir. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai satu kaum, maka ia termasuk dalam golongan mereka.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad) Sementara itu, Umar bin Al-Khattab pernah menyatakan: “Jauhilah musuh-musuh Allah pada Hari Raya mereka.” (HR. Al-Baihaqi)

Ibnul Qayyim Rahimahullah menyatakan: “Kaum muslimin tidak boleh menghadiri perayaan Hari-hari Raya kaum musyrikin menurut kesepakatan para ulama yang berhak memberikan fatwa. Para ulama fikih dari madzhab yang empat sudah menegaskan hal itu dalam buku-buku mereka. Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Umar bin Al-Khattab Radhiallahu ‘anhu bahwa beliau pernah berkata: “Janganlah menemui orang-orang musyrik di gereja-gereja mereka pada Hari Raya mereka. Karena kemurkaan Allah sedang turun di antara mereka.” Imam Al-Baihaqi juga meriwayatkan dengan sanad yang bagus dari Abdullah bin Amru Radhiallahu ‘anhuma beliau pernah berkata: “Barangsiapa lewat di negeri non Arab, lalu mereka sedang merayakan Hari Nairuz dan festival keagamaan mereka, lalu ia meniru mereka hingga mati, maka demikianlah ia dibangkitkan bersama mereka di Hari Kiamat nanti.” (lihat Ahkaamu Ahlidz Dzimmah I: 723-724).

Majelis Ulama Indonesia pada tgl. 7 Maret 1981 telah memfatwakan bahwa mengikuti upacara natal hukumnya Haram bagi umat Islam. Dalam fatwa tersebut, MUI juga menganjurkan agar umat Islam tidak terjerumus kepada Syubhat dan larangan Allah SWT yang berujung Dosa, maka tidak diperbolehkan mengikuti segala bentuk kegiatan Natal, mulai dari perencanaan hingga kegiatan tersebut selesai. Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan”. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi peringatan kepada kita:

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim No. 2167)

Wallahu a’lam bishowab..

Advertisements

Posted in Current Happen, Religiusitas | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Menyambut Kelahiran Nabi Isa as. (1)

Posted by jutaajrullah on 20 December 2013

Menyambut Kelahiran Nabi Isa as. (1)

(Nabi Isa tidak lahir di bulan Desember)

Oleh: Juta Ajrullah

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”
(QS. Ali Imran: 19)

Bulan Desember selain sebagai bulan terakhir dalam kalender Masehi juga kita ketahui bahwa di dalamnya terdapat satu Hari Raya kaum Nasrani (Kristen Katolik), yaitu Hari Natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember. Kaum Nasrani meyakini bahwa pada hari itu Isa lahir sebagai anak Tuhan. Dilihat dari sudut sejarah Kristen, kelahiran Isa ini tidak ada keterangan yang pasti, ada yang mengatakan bulan April, ada yang menyebutkan bulan September dan ada juga yang meyakininya pada bulan Januari.

Dalam ajaran kekristenan, perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal sebetulnya tidak ada dalam Injil dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke 4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala (paganisme). Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium romawi yang paganis politheisme. Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/ budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun = matahari; day = hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember (Irene Handono: 2003).

Maka agar agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi pada saat itu diadakanlah perpaduan agama dan budaya (sinkretisme), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan = Yesus). Kemudian pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Diputuskan juga bahwa: (1) hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan sebagai pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada hari Sabtu. (2) lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. (3) membuat patung-patung Yesus, untuk menggantikan patung Dewa Matahari (Irene Handono, 2003).

  Setelah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katolik. Inilah hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama pagan politheisme yang akhirnya berkembang hingga era modern saat ini. Padahal bila dirunut lebih lanjut dalam Injil sendiripun telah disebutkan larangan untuk mengikuti bangsa-bangsa penyembah berhala (Yeremia 10: 2-5).

Kapan waktu kelahiran Yesus sebagai anak Tuhan sebetulnya juga tidak disebutkan dengan jelas pada keterangan, literatur dan referensi Kristen Katolik. Dalam Injil, Kelahiran Yesus disebutkan dalam Lukas 2: 1-8 (disebutkan lahir pada 7 M = 579 Romawi) dan Matius 2: 1, 10, 11 (disebutkan lahir antara 37 SM – 4 M (749 Romawi) yang keduanya justru saling bertentangan soal waktu kelahiran Yesus (Markus dan Yohanes tidak menyebutkan kisah kelahiran Yesus).  Namun begitu, keduanya juga tidak menyebutkan bahwa kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin sehingga menggembala pada malam hari adalah sangatlah tidak mungkin.

Sangat banyak literaur, referensi, dan juga tokoh dalam Kristen Katolik sendiri yang menyangkal dan melemahkan keyakinan umat Nasrani seputar peristiwa kelahiran Yesus dan penetapan tanggal 25 Desember sebagai Hari Kelahiran Yesus, diantaranya dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, Encyclopedia Britanica, edisi 1946, Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944, penjelasan Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible, uraian Uskup Barns dalam Rise of Christianity, keterangan Dr. Charles Franciss Petter, MA., B.D., S.T.M. dalam The Lost Years of Jesus Revealed, dan pernyataan yang sangat terkenal dari John Barton, seorang profesor tafsir naskah-naskah suci Kristen dari Oxford University yang mengatakan: “Kami bahkan tidak tahu pada musim apa dia (Yesus) dilahirkan. Semua pemikiran tentang perayaan kelahirannya selama masa paling gelap dari sepanjang tahun, kemungkinan berkaitan dengan tradisi pagan dan titik balik matahari di musim dingin”.

Paling baru, adalah tulisan Paus Benedictus XVI dalam bukunya, ‘Jesus of Nazareth: The Infancy Narrative’ (2012). Dalam buku tersebut, Paus XVI menguraikan beberapa fakta yang mempertentangkan seputar kelahiran Yesus Kristus. Antara lain ia berpandangan bahwa kalender Kristen salah. Perhitungan tentang kelahiran Yesus yang selama ini diyakini adalah keliru. Kemungkinan, Yesus dilahirkan antara tahun 6 SM dan 4 SM. Materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, menurutnya sebenarnya tidak ada, alias hanya mengada-ada. Paus Benediktus XVI juga mempermasalahkan tempat kelahiran Yesus, menurutnya Yesus bukan lahir di Nazareth sebagaimana yang diyakini secara umum.

Dalam Islam, Allah telah mengabadikan kisah kelahiran Nabi Isa as untuk kita cermati bersama. Dalam Surat Maryam Allah berfirman:

{فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (24) وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا } [مريم: 23 – 25]

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan, Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu, Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (QS. Maryam: 23-25)

Dari ayat tersebut dapat dilihat dengan jelas bahwa Nabi Isa lahir ketika adanya buah rutob atau kurma muda yang baru masak, sebagaimana disebutkan dalam ayat 25. Pohon kurma tidak akan menghasilkan buah rutob kecuali di musim panas dan di musim dingin hampir mustahil ditemukan buah kurma yang masak. Ibnu Qatsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa berdasarkan hadist-hadist yang ada, sebagian besar ulama menerangkan bahwa lokasi kelahiran Nabi Isa ada di Baitullahmi, atau yang sekarang disebut Betlehem di Palestina (dalam riwayat An Nasa’i dari Anas dan riwayat al-Baihaqi dari Syaddad bin Ats). Tentu kita semua tahu bahwa sampai detik ini, di Palestina pada bulan Desember masih musim dingin. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Isa tidak lahir di bulan Desember, karena Desember masuk dalam musim dingin.

Maka sungguh besar kekuasaan Allah yang mensifati kaum Nasrani selalu mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebathilan, menambah-nambahkan/ melampaui batas apa yang sudah ditentukan Allah (lihat QS. Al Maidah: 77-78), bahkan mendustakan firman-firman Allah swt dan menyembunyikan kebenaran-Nya walaupun mereka mengetahuinya (lihat QS. Al Baqarah: 75, QS. Al Maidah: 79, QS. Ali Imron: 78). Termasuk dalam penentuan Hari Raya yang sebetulnya tidak ada tuntunannya justru diadakan dengan menggambungkan ke dalam tradisi pagan yang sangat jelas dilarang dalam ajaran Nasrani yang ironisnya perayaan tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Oleh karenanya, sangatlah nyata kesesasatan mereka dalam beribadah kepada Tuhannya. Allah berfiman:

كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ 
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu” (QS. Al Maidah: 79).

Wallahu a’lam bishowab..

Posted in Current Happen, Religiusitas | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Ke Depan, Islam Akan Besar Di Dunia, Namun Tidak Di Indonesia

Posted by jutaajrullah on 2 May 2013

Hari ini, Islam menyebar dengan cara yang luar biasa. Jika pada 2010 jumlah pemeluk Islam mencapai 1,6  miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga The Pew Forum on Religion & Public Life, pertumbuhan jumlah umat Islam dua kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka non-Muslim hanya 0,7 persen.

Menyikapi fenomena itu, Direktur Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk menilai ada dua faktor yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat, pertama adalah angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam. Dan kedua,  berbondong-bondongnya non-Muslim memeluk Islam.

Read the rest of this entry »

Posted in Apa kmu tau!?, Religiusitas | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Sejarah Munculnya Kristen

Posted by jutaajrullah on 30 November 2011

Yesus alias Nabi Isa as. merupakan nabi yang diturunkan Allah kepada Bani Israil. Tugasnya adalah untuk menyelamatkan Bani Israil dari kesesatan yang telah lama dilakukan kaum tersebut. Allah SWT masih menyayangi kaum Musa as. ini dan menurunkan satu nabi lagi khusus untuk mereka. Nabi Isa as. mengaku jika dirinya diutus Allah hanya untuk kaumnya saja, Bani Israil, dan bukan untuk umat manusia seluruh dunia.

Di dalam Injil sendiri ada peristiwa di mana Yesus menolak seorang wanita Kanaan (Palestina) yang meminta anaknya disembuhkan dari kemasukan setan, Yesus menolak dan mengatakan, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15 :24). Yesus sendiri menolong perempuan itu juga, namun tidak menyuruh perempuan itu untuk ‘pindah keyakinan’. Penegasan itu juga nampak dari pesan Yesus kepada para muridnya yang mewanti-wanti mereka untuk tidak menyebarkan ajarannya kepada orang selain dari Bani Israil.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 10:5-6)

Read the rest of this entry »

Posted in Apa kmu tau!?, Religiusitas | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Bibel Tidak Rasional

Posted by jutaajrullah on 23 December 2008

Bagi saya, dan mungkin bagi kebanyakan orang, Meyakini dan mengimani Tuhan tidak hanya berkaitan dengan hati/ Nurani, tapi juga akal/ Rasional. Kemudian ketika apa yang kita yakini itu tidak bisa dipahami secara nurani dan rasional, sudah seharusnyalah kita mempertanyakan kebenaran dari Tuhan yang kita perTuhankan. Karena seperti yang telah banyak orang ketahui, Semua agama itu Baik, Tapi tidak semua agama itu benar. Berikut ini adalah beberapa point yang bisa kita gunakan untuk memahami rasionalitas Agama Kristen. Tentu saja, kita harus melihat dari sudut pandang Kitab Sucinya.

Ayat-ayat yang tidak masuk akal dalam Bibel (irasional)
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20, Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

2. Usia 11 tahun sudah tidak punya anak
Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!

3. Tuhan salah hitung
Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa”. Pakai Tuhan tidak pandai berhitung ??

Ayat-ayat yang mustahil dipraktekan

1. Hukum Sabat
Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat ?

2. Bunuh orang kafir dan musyrik! (Ulangan 13: 6-9)
Ayat ini memeiintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19: 19).
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan.
Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

Ayat-ayat takhayul (mistis)
Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, Ialu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ay. 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Mala Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ay. 5).

Di atas pangkuan pelacur Delila, akhimya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa selama rambut kepalanya tidak dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ay. 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktiaan dan kekuatan Samson. (ay.19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ay. 21).

Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

Ayat-ayat yang Diskriminatif
Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23: 19-20).
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskiiminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22: 25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

Ayat-ayat Ramalan Bibel yang meleset

1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4: 16-17).
Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27).
Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kotakota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu.

3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12).
Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)
Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10-11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).
Dalam kitab Yeremia 36:30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Rajaraja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.

Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu..

Referensi:  Buku Islam Dihujat; Menjawab Buku The Islamic Invasion (karya Robert Morey)
Penerbit : Bima Rodheta
Penyusun: Hj.Irene Handono, et al. (Mualaf – Mantan Biarawati)

Posted in Religiusitas | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »