Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Posts Tagged ‘Indonesia’

Ke Depan, Islam Akan Besar Di Dunia, Namun Tidak Di Indonesia

Posted by jutaajrullah on 2 May 2013

Hari ini, Islam menyebar dengan cara yang luar biasa. Jika pada 2010 jumlah pemeluk Islam mencapai 1,6  miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga The Pew Forum on Religion & Public Life, pertumbuhan jumlah umat Islam dua kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka non-Muslim hanya 0,7 persen.

Menyikapi fenomena itu, Direktur Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk menilai ada dua faktor yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat, pertama adalah angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam. Dan kedua,  berbondong-bondongnya non-Muslim memeluk Islam.

Read the rest of this entry »

Posted in Apa kmu tau!?, Religiusitas | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Mengapa Loyalis KPSI Menginginkan Timnas Kita Gagal dan Sakit Hati Jika Timnas Menang??

Posted by jutaajrullah on 9 January 2013

Setelah sempat tiarap dan berdiam diri paska kemenangan Timnas atas Timor Leste dan berhasil menahan imbang Timnas Kamerun yang juga dihadiri cukup banyak penonton , sekarang saat Timnas hampir kalah dalam pertandingan seri melawan Timnas Laos dengan akhir 2:2 maka para penyembah KPSI mulai percaya diri untuk tampil lagi,

Tampil dengan semangat baru menyerang Timnas dan PSSI, entah dengan akun lama atau akun baru, namun semangatnya sama yaitu mensabotase Timnas, merebut hati dan pikiran pembaca Kompasiana serta memenangkan pertempuran merebut hati dan pikiran masyarakat pecinta bola Indonesia.

Read the rest of this entry »

Posted in Olahraga | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Ramalan Kiamat Ronggowarsito (Kiamat Makin Dekat)

Posted by jutaajrullah on 25 September 2010

Kiamat memang kejadian yang sudah pasti terjadi dan memang tidak dapat dihindari. Tapi siapa sangka, Kiamat yang kita takuti itu justru semakin dekat dan akan bertambah cepat datangnya. Beratus-ratus tahun yang lalu, Ronggowarsito yang sering disebut sebagai Nostrodamous van Java mengungkapkan tanda-tanda akhir jaman, kehidupan yang akan terjadi beberapa saat sebelum kiamat. Apa yang diramalkan Ronggowarsito tentang tanda-tanda hari kiamat itu memang tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw mengenai tanda-tanda terjadinya kiamat dunia dan apa yang ada dalam Al Qur’an.

Syair Ronggowarsito (Nostradamous Van Java) :

Ini yang menjadi tanda zaman kehancuran:
1. Gempa bumi 7 x sehari
2. Tanah pecah merekah
3. Manusia berguguran, banyak yang ditimpa sakit
4. Bencana bermacam-macam
5. Hanya sedikit yang sembuh dari sakit, kebanyakan meninggal

Zaman ini ditandai dengan:
1. Sudah ada kereta yang berjalan tanpa kuda
2. Tanah Jawa dikelilingi besi

3. Perahu berjalan di atas awan melayang-layang
4. Sungai kehilangan danaunya
5. Pasar kehilangan keramaiannya
6. Manusia menemukan jaman yang terbolak-balik
7. Kuda suka makan sambal
8. Orang perempuan mempergunakan busana laki-laki

Zaman kalabendu (kehancuran dunia) itu seperti jaman yang menyenangkan, jaman kenikmatan dunia, tetapi jaman itu sebenarnya jaman kehancuran dan berantakannya dunia.

1. Oleh sebab itu banyak bapak lupa sama anaknya
2. Banyak anak yang berani melawan ibu dan menantang bapaknya
3. Sesama saudara saling berkelahi
4. Perempuan kehilangan rasa malunya, Laki-laki kehilangan rasa kejantanannya
5. Banyak Laki laki tidak punya istri
6. Banyak perempuan yang tidak setia pada suaminya
7. Banyak ibu yang menjual anaknya
8. Banyak perempuan yang menjual dirinya
9. Banyak orang yang tukar menukar pasangan
10. Sering terjadi hujan salah musim
11. Banyak Perawan Tua
12. Banyak janda yang melahirkan anak
13. Banyak bayi yang lahir tanpa bapak
14. Perempuan melamar laki-laki
15. Laki-laki merendahkan derajatnya sendiri
16. Banyak anak lahir di luar nikah
17. Janda murah harganya
18. Janda nilainya hanya satu sen untuk dua
19. Perawan nilainya dua sen untuk dua
20. Duda berharga 9 orang

Zaman Kalabendu itu zamannya akhir dunia:

1. Perempuan menunggang Kuda
2. Laki-laki berpangku tangan
3. Orang yang benar cuma bisa bengong
4. Orang yang melakukan kesalahan berpesta pora
5. Orang Baik di singkirkan
6. Orang Yang kelakuannya bejat malah naik pangkat
7. Banyak komentar yang tidak ada isinya
8. Orang salah diangap benar
9. Orang lugu dibelenggu
10. Orang mulia dipenjara
11. Yang salah mulia, yang jujur hancur
12. Pedagang banyak yang menyeleweng
13. Orang berjudi semakin menjadi
14. Lupa anak dan pasangan, lupa tetangga dan teman
15. Uang dan keringat hanya untuk berjudi
16. Kartu besar dibuka, tertawa terbahak-bahak
17. Tapi waktu pulang main kantongnya kosong
18. Denger anak istri nangis tidak digubris

Apa yang disampaikan Ronggowarsito itu memang hanya sebuah ramalan saja. Kita tidak harus mempercayainya. Namun, jika kita resapi lagi, memahami lebih dalam, kita renungkan dan kita bandingkan dengan keadaan manusia saat ini, apa yang disampaikannya ada benarnya juga. Kiamat pasti terjadi, tapi kita tidak boleh mempercepat datangnya kiamat. Bumi ini indah dan keindahan ini akan sangat sia-sia jika harus cepat-cepat kita hancurkan. Iman yang kuat dan hati yang bersih adalah kunci kita agar Bumi yang indah ini dapat dinikmati oleh lebih banyak manusia lagi…

Posted in Apa kmu tau!? | Tagged: , , , , | 2 Comments »

Kita ini Masyarakat Nekrofilia??

Posted by jutaajrullah on 7 July 2010

Erik Fromm adalah pemikir pertama yang secara gamblang menjelaskan paradigma masyarakat nekrofilia. Dalam bukunya The Heart of Man: Its Genius for Good and Evil (1965), ia membedakan antara pribadi nekrofilia dengan pribadi bermental biofilia. Pribadi bermental biofilia selalu berpihak pada kehidupan. Keberpihakan itu diperlihatkan dengan membiarkan ruang bagi eksistensi setiap pribadi. Ia menghargai seseorang secara utuh. Artinya, pribadi yang mengamini biofilia memperhatikan emosi, pikiran, kedirian, keunikan, serta segala kemampuan yang melekat di dalam yang lain. Ia selalu memberikan tempat bagi pertumbuhan seseorang sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, sikap yang diperlihatkan oleh orang seperti ini adalah sikap positif. Ia menjunjung tinggi hak-hak, terutama hak atas hidup.

Menurut Fromm, dasar moral perilaku insan yang berkarakter biofilia adalah etika humanistik. Etika ini berintikan, manusia itu berharga karena ia adalah manusia. Karena itu, sependapat dengan Immanuel Kant, bagi Fromm orang bermental biofilia memiliki kewajiban moral untuk menjaga kehidupan dirinya dan sesamanya, dan menjamin hak-hak asasi mereka. Ia melakukan ini karena sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai manusia bermoral. Singkatnya, paradigma dari orang yang bermental biofilia bersumber dari pengakuan akan nilai eksistensial manusia.

Berlawanan dengan paradigma biofilia, orang yang menginternalisasi paradigma nekrofilia selalu berorientasi pada kematian. Bagi orang seperti ini kehidupan adalah kematian. Karena itu, tindakan orang-orang seperti ini selalu mengarah pada perusakan terhadap hidup orang lain. Ia tidak tahan melihat orang lain hidup dan berkembang. Kehidupan dan perkembangan orang-orang di sekitarnya justru merupakan gangguan baginya. Dengan demikian, dapat dikatakan juga, kaum nekrofilan tidak akan mau mengakui hak orang lain, termasuk hak hidup, melainkan berusaha untuk merampasnya. Jadi, orang bermental nekrofilia selalu memandang orang-orang di sekitarnya sebagai objek yang harus ditaklukan. Dalam paradigma seperti ini jelas tidak mungkin bagi pribadi seperti ini mengakui eksistensi yang lain, selain berusaha menghancurkannya dengan berbagai cara.

Oleh karena itu, sekali lagi meminjam terminologi Immanuel Kant, kaum nekrofilian selalu memutlakkan etika teleologis, yang intinya, membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan. Nilai tindakan bukan sesuatu yang penting. Yang penting adalah tercapainya tujuan yang diinginkan. Konsekuensinya, bagi orang bermental seperti itu cara buruk bukan masalah. Hal ini tentunya berimplikasi terhadap berkembangnya masyarakat dengan paradigma nekrofilia. Suatu masyarakat yang berada di dunia yang serba terbalik, sebuah masyarakat bertopeng. Suatu masyarakat yang menganggap kesederhanaan sebagai keterbelakangan, kerakusan sebagai suatu kemajuan, kesalehan sebagai suatu kebodohan, dan kelicikan dianggap sebagai sebuah kemenangan. Semua ini pada gilirannya kemudian menghasilkan sebuah negeri yang pemimpinnya adalah penipu, tokoh agamanya pendosa dan pahlawannya adalah perampok.

Kondisi masyarakat nekrofilia sangat mirip dengan gambaran Thomas Hobbess yang mengibaratkan manusia adalah serigala bagi sesama, yang siap untuk menerkam lawan. Jika ada persahabatan, maka sifatnya sangat sementara, karena kalau situasi sudah memungkinkan maka ia akan menggertak dan memangsa yang lain. Naluri manusia yang tak pernah padam, yang mengedepankan paradigma nekrofilia adalah kehendak untuk berkuasa (Nitsche, 2003). Rasa puas muncul jika pihak lain telah menyerah. Kehidupan masyarakat menjadi hiruk pikuk dan penuh perkelahian, kerusuhan, pembunuhan dan fitnah. Itu semua hanya demi sebuah kekuasaan dan kemegahan yang ditempuh dengan menjungkalkan lawan.

Lahirnya manusia atau masyarakat nekrofilia ini, menurut Zauhar (2007), dipicu oleh kebiasaan manusia yang lebih mengedepankan pemenuhan wants daripada needs. Kebutuhan psikologis merupakan hasrat yang tak terbatas, karena ini dikondisikan oleh masyarakat dan dipupuk melalui sistem kebijakan dan periklanan. Atas dasar itulah amat wajar jika kebanyakan atau lebih tepatnya banyak oknum pejabat yang tidak memberitahukan penolakannya terhadap pembangunan Mall, pembangunan lapangan golf, walaupun kesemuanya itu menyengsarakan masyarakat luas.

Dalam masyarakat dan birokrasi kita masih ada kultur keseharian dan kultur politik-administrasinya bersifat nekrofilia. Kultur keseharian kebanyakan orang adalah kultur yang memuja kekerasan. Banyak orang senang terhibur dengan tayangan-tayangan televisi yang mempertontonkan kekerasan, tindakan kriminal yang sadis, pengungkapan gosip dan aib orang lain, serta kejelekan sebagai hiburan yang menyenangkan. Kebanyakan dari kita justru memberi perhatian lebih pada tayangan-tayangan televisi tetang tawuran antar pelajar, antar desa, antar mahasiswa, antar suporter bola dan sebagainya. Ini semua tentu menjadi lahan subur bagi tumbuhnya kultur nekrofilia yang menghasilkan masyarakat nekrofilia.

Birokrasi dalam masyarakat nekrofilia dengan tanpa malu akan membela kepentingannya dan tidak pro rakyat, bahkan mereka menakut-nakuti rakyatnya sendiri. Birokrasi dalam masyarakat nekrofilia termasuk ke dalam horocarcy, yaitu suatu sistem birokrasi dimana di dalamnya terdapat situasi yang mencekam dalam arti sosial. Dalam hal ini, kreativitas menjadi terpasung, inovasi tidak berjalan dan bahkan partisipasi menjadi hilang ditelan bumi. Kultur birokrasi kita pun mengarah pada paradigma nekrofilia.

Kita masih bisa menyaksikan birokrasi kita sampai saat ini masih saja tidak responsif dan solutif dalam menangani korban Lapindo di Sidoarjo, yang mengganggu kelancaran transportasi, memburamkan masa depan generasi muda yang ada di sana, mengganggu kinerja perekonomian dan pendidikan yang ada di sekitar wilayah semburan lumpur Lapindo. Birokrasi kita juga masih belum berpihak kepada rakyat, belum peduli terhadap harkat dan martabat manusia. Kita juga masih bisa menyaksikan saat ini betapa kekuatan mekanisme sosial menyumbat aspirasi alternatif, membelenggu kebebasan, menghambat perkembangan, mengerdilkan potensi yang ada dan melumpuhkan daya kreativitas. Dalam masyarakat nekrofilia, hukum dan kebijakan dibentuk untuk memeras rakyat demi kepentingan pejabat. Atas nama kepentingan umum, kalangan mayoritas menjadi bisa menindas kalangan minoritas dan sebaliknya, minoritas dapat membungkam mayoritas. Hukum tidak hanya dijadikan sebagai alat rekayasa sosial, akan tetapi juga sebagai alat rekayasa untuk melakukan korupsi. Hal ini akan menjadi lebih buruk lagi jika upaya korupsi dan memperkaya diri itu dilakukan oleh elite penguasa di tengah kemiskinan rakyat.

Diolah dari berbagai Sumber..

Posted in Administrasi Publik, Current Happen | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Fakta-fakta HEBAT Bangsa Indonesia

Posted by jutaajrullah on 16 June 2010

1. Letusan Gunung Terdahsyat di dunia. Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa meletus bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan terbesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181. Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

2. Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.

3. RI merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Di sini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

Read the rest of this entry »

Posted in Apa kmu tau!? | Tagged: , , , | Leave a Comment »