Juta Ajrullah

Berbagi Demi Kebahagiaan Hakiki

Posts Tagged ‘Motivasi’

Peduli itu Perlu..

Posted by jutaajrullah on 30 April 2013

Alkisah, ada sepasang suami dan istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam, “Hmmm… makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada perangkap tikus di rumah… di rumah sekarang ada perangkap tikus….”

Ia mendatangi ayam dan berteriak, “Ada perangkap tikus”. Sang ayam berkata, “Tuan tikus…, aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku.”
Sang tikus lalu pergi menemui seekor kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata, “Aku turut bersimpati… tapi tidak ada yang bisa aku lakukan.”

Tikus lalu menemui sapi. Ia mendapat jawaban sama. “Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya sama sekali buat aku.”

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular. Sang ular berkata, “Ahhh… Perangkap tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku.”

Akhirnya sang tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.
Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam (kaki ayam) oleh suaminya karena sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam. Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Sakit sang isteri tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang petani harus menyembelih sapinya untuk memberi jamuan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan… Sang tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat perangkap tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

——————
Maka, Kalau suatu hari nanti kita mendengar seseorang dalam kesulitan dan mengira itu bukan urusan kita… mungkin kita perlu berpikir ulang ya. Salam.”

Posted in Motivasi dan Inspirasi | Tagged: , , | Leave a Comment »

Orang Dewasa dan Anak-anak; Who is More Clever ?

Posted by jutaajrullah on 15 February 2012

Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tidak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka. Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling terbodoh di dunia”. Pengusaha itu kemudian bertanya “Apa iya?”.

Tukang cukur dengan bersemangat “Mari… saya buktikan!” Lalu, dia memanggil si Bejo, tukang cukur itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu ia memanggil bejo dan berkata, “Bejo, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!”. Bejo pun melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada dua lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil lembaran uang Rp 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, “Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil”.

Setelah sang pengusaha sudah selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya “Bejo, tadi sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp 1000 dan Rp 500-an, saya lihat kok yang kamu ambil, uang yang Rp 500, kenapa tidak ambil yang Rp 1000, nilainya kan lebih besar dan dua kali lipat dari yang Rp 500.

Si Bejo kemudian melihat dan memandang wajah sang pengusaha, ia agak ragu-ragu untuk mengatakannya. “Ayo beritahu saya, kenapa kamu ambil yang Rp 500.-,” desak sang pengusaha. Akhirnya si Bejo pun berkata, “Kalau saya ambil yang Rp 1000,- berarti permainannya akan selesai……………”

Posted in Motivasi dan Inspirasi | Tagged: , , | Leave a Comment »

TELAGA HATI

Posted by jutaajrullah on 17 November 2011

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya. Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.

Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya”, ujar pak tua. “Pahit, pahit sekali “, jawab pemuda itu sambil meludah ke samping. Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah. “Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, “Bagaimana rasanya? “Segar “, sahut si pemuda. “Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?” tanya pak tua. “Tidak” sahut pemuda itu.

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata: “Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini,tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kamu dapat lakukan; lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.”

Posted in Motivasi dan Inspirasi | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Empat Pejabat Indonesia yang dianggap J.U.J.U.R

Posted by jutaajrullah on 12 June 2011

Pejabat-pejabat Indonesia yang dianggap paling “bersih”. Ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana.

1. Prof Dr Emil Salim

Meski tiga kali menjadi menteri — Menteri Perhubungan, Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) — Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.

Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan. Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang ditabungkannya. Tatkala menepi dari pusaran kekuasaan pada 1993, doktor ekonomi alumnus Universitas California ini, terpaksa keluar dari rumah dinas. Akibatnya, ia baru merasa pahitnya, tidak memiliki rumah. “Saya pun memikirkan untuk membeli rumah,” kisah pengurus ICMI ini.

Akhirnya, ia membeli rumah untuk bernaung bagi dirinya dan istrinya. “Kalau anak-anak barangkali mereka dibawa suami masing-masing,” ujarnya. Di saat awal pindah ke rumah baru, menurut seorang aktivis LSM yang dekat dengannya, Emil tidak memiliki peralatan rumah tangga yang banyak. “Dia sampai kesulitan untuk beli ranjang,” kisah aktivis itu.

Selain dari berbagai sumber pendapatan, Emil mengaku, kini ia dan keluarganya hidup dari rumah kontrakan. Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat Zainul Bahar Noor SE memujinya. “Emil Salim itu sama bersih dengan pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang,” puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.

2. Mar’ie Muhammad

Mar’ie Muhammad pun mengesankan pejabat sederhana dan disebut-sebut bersih. Kesederhanaan Menteri Keuangan ini, tecermin dari penampilannya sehari-hari: mengenakan safari ke kantor dan lebih senang dengan sarung cap Mangga dan Gajah Duduk, bila di rumah.

Bahkan, ia pun menekankan kesederhanaan pada keluarganya. Contohnya, menurut putri bungsunya Rahmasari, mantan Dirjen Pajak ini tidak membolehkan anak-anaknya menggunakan mobil ke kampus maupun ke sekolah. Ia pun memilih membawa keluarganya berumroh — seperti yang sedang dilakukannya sekarang — daripada hura-hura ke luar negeri.

Selain sederhana, ia dikenal tegas dan lurus. Contohnya, ia pernah disebut menolak anggaran taktis dan biaya perjalanan dinas, yang dinilainya terlampau besar. Di sisi lain, lelaki penggemar jogging ini berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membendung kebocoran di instansi yang dipimpinnya. Tak mengherankan, ia dijuluki Mr. Clean.

3. Satrio Budihardjo Joedono

Semasa memangku jabatan menteri perdagangan, di ruang kerjanya tersusun guci keramik dan beberapa lukisan. Tapi, ia mengaku membeli secara kredit, terhadap benda kegemarannya. “Saya tak mampu membelinya,” ujarnya.

Kesederhanaan pun memayungi rumahnya. Saat masih tinggal di kompleks perumahan menteri, ruang tamunya tidak beraroma kemewahan. Di ruang tamu rumah bernomor 25 itu, hanya terlihat rangkaian bunga di meja tamu. Di garasi, ada tiga mobil. Cuma satu yang dimilikinya, mobil tua. Sedangkan dua lainnya mobil inventaris sebagai menteri dan pinjaman BPPT.

Kesederhanaannya sempat merisaukan. Ini lantaran Billy akrab dengan tas kerja yang warna cokelatnya telah memudar. Petugas pun menggantikannya dengan tas baru saat ia menghadap ke Istana. Ia menerima tas pemberian tersebut tetapi tetap membawa tas lusuhnya. Bahkan, ia tidak canggung mengempit tas lusuh ataupun risih dengan menteri perdagangan dari negara lain, saat pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, November 1994 Lelaki yang karib dipanggil Billy ini pun dikenal tegas dan lurus. Ia tidak melayani dokumen yang tak memenuhi persyaratan lengkap. Billy pun dikenal cermat dalam mengunyah laporan bawahan. “Selamanya dua kali dua adalah empat, bukan delapan,” ini prinsip hidupnya.

4. Ir. Sarwono Kusumaatmadja

Menteri Negara Lingkungan Hidup ini dikenal sederhana dan lugas. Mengaku menekankan pola hidup sederhana hingga pada keluarganya, Sarwono merasa beruntung dengan kesederhanaan tersebut. “Kita tidak terjebak konsumtif sehingga terlepas dari keinginan melakukan hal-hal di luar kemampuan diri.

Korupsi merupakan bentuk upaya mencukupi kebutuhan di luar kemampuan keuangan keluarga.” Sarwono pun memiliki prinsip tak akan membeli barang yang kurang bermanfaat dan barang lelangan. “Ini pesan orangtua saya sebelum meninggal karena menurutnya pemilik barang lelangan itu menjual secara terpaksa. Kita jangan hidup di atas penderitaan orang lain.” Sarwono sendiri mengakui dirinya tidak bersih betul dari perilaku itu. Tapi jika dibanding dengan yang lain, dia merasa bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. “Saya senang dibilang bersih, tapi menurut saya, saya cukup agak bersih-lah,” katanya.

Beragam cobaan dialami figur di atas dalam mengemban tugas. Mereka mengakui godaan tersebut hadir dalam bentuk yang vulgar hingga yang halus. Cobaan yang vulgar, misalkan, dalam bentuk katabelece. Demikian pula cobaan halus dalam bentuk kiriman parcel pada saat lebaran. Berbeda dengan jamaknya parcel, isi keranjang hadiah ini antara lain cek. Billy semasa memangku jabatan menteri perdagangan selalu menerima kiriman hadiah dalam bentuk cek bernilai besar.

Bagaimana kiat mereka menepiskan berondongan ‘godaan’ yang dikirim? Billy terlebih dulu menyaring parcel yang diterima. “Kalau parcelnya isinya biasa-biasa kami terima tetapi kalau sudah cek kami tolak,” kisah Ani Joedono, istri Billy. Kiriman cek tersebut memang tidak langsung dikembalikan kepada pengirim. Tapi, Billy dan istrinya, mengoleksinya dalam album. “Kata Bapak ini untuk kenang-kenangan,” kata Ani.

Demikian juga yang dialami Emil Salim. Semasa memangku jabatan, ia mengisahkan, awalnya orang memberi bunga. Lalu, kata Emil melukiskan, meningkat menjadi makanan, pena, jam tangan, dan kemudian dalam bentuk barang lain. “Yang penting enam bulan pertama. Setelah enam bulan pertama kau terima kedudukan itu, kau mesti beri signal-signal (tanda-tanda),” katanya.

Bagaimana ia menangkis pemberian tersebut? “Yang penting enam bulan pertama yang menentukan. Setelah enam bulan pertama kita terima kedudukan itu, kita mesti beri signal-signal,” ujarnya membeberkan pengalamannya. Dalam menerima pemberian tersebut, menurutnya, mesti ada garis tegas. “Katakan lebih dari ini, no!” Tapi, “kita tidak perlu berteriak mengatakannya tetapi dengan sopan.” Dengan demikian, orang akan mengerti berhadapan dengan siapa.

Setelah itu, menurutnya, barulah dijelaskan, “hei Bung, ini ada sumpah jabatan. Demi Allah saya bersumpah tidak akan menerima hadiah dengan dalih apa pun. Pokoknya sumpah itu berat sekali.” Tak sekadar menyadarkan mereka yang hendak ‘menyuap’, Emil pun mengungkapkan, sebagai kepala keluarga mesti menertibkan semua keluarga. Demikian juga agar menjadi contoh bagi keluarga. “Jadi harus kita jelaskan kepada semua keluarga,” ujarnya.

Meski demikian, Emil mengembalikan sikap sederhana dan jujur itu, kepada rasa keberagamaan seseorang. Ia merasa beruntung mendapatkan pendidikan agama sejak kecil dari kedua orangtua. Pendidikan itu pula kemudian yang diwariskan kepada anak-anaknya. “Jam kantor itu kan berada antara waktu Dzuhur dan Ashar.

Bagaimana mungkin kita salat, menghadap Tuhan Yang Maha Esa sementara di saku terdapat uang begituan?” Emil memberi ilustrasi. Di sisi lain, ia mengingatkan, hendaknya kita jangan sampai membuat respek anak hilang gara-gara tingkah kita. “Kasihan, gara-gara tindakan kita, mereka di sekolah menjadi bahan gunjingan teman-temannya yang lain.” Emil, Sarwono, Ma’rie, maupun Billy, merupakan segelintir figur yang disebut-sebut sederhana dan bersih. Meski demikian, tentu masih ada deretan petinggi lainnya yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap pekerjaan

Bahkan, sempat terbetik harapan masyarakat, tak hanya pada petinggi yang bertype sederhana, juga bagi mereka yang telah lebih dulu kaya sebelum memangku jabatan. Sekadar menyebut contoh, pengusaha A. Latief yang memangku jabatan menteri tenaga kerja. Dengan terlebih dulu kaya, demikian harapan umum masyarakat, mereka justru lebih berdedikasi terhadap pekerjaannya.

Betul, kesederhanaan tidak menjamin sepenuhnya kejujuran dan dedikasi petinggi. Emil Salim pun mengakuinya. “Tidak usahlah kita mau jadi kere. Normal saja. Setiap orang tentu ingin punya mobil, tapi caranya yang normal. Cara memperoleh kekayaan itu jangan sampai harga dirimu hilang,” begitu sarannya.

Source: http://kabargelap.blogspot.com/2011/05/4-pejabat-yang-dianggap-paling-bersih.html

Posted in Administrasi Publik, Motivasi dan Inspirasi | Tagged: , , , , , | 2 Comments »

100 Kiat Mengelola W.A.K.T.U

Posted by jutaajrullah on 14 March 2011

Berikut adalah 100 tips tentang mengelola waktu. Kita harus melatih diri sendiri agar bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak yang dilakukan akan semakin baik pengelolaan waktu kita.

  1. Ingatlah, semua orang akan mati.
  2. Utamakan ibadah-ibadah fardlu sebelum tugas yang lain.
  3. Ingatlah bahwa waktu hanya 24 setiap hari, dan tidak bisa ditambah.
  4. Sebenarnya, kewajiban Anda lebih banyak dibandingkan waktu Anda. Putuskan waktu Anda untuk melakukan yang terbaik.
  5. Tidak selamanya “diam itu emas”. Jika bicara lebih baik, maka bicaralah. Jika bertindak lebih baik, maka bertindaklah.
  6. Nilailah waktu Anda.
  7. Perlakukan waktu sebagai sumber daya yang harus dikelola.
  8. Mengukur waktu Anda.
  9. Menilai berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk mengelola.
  10. Negosiasikan agar lebih banyak kendali atas waktu kerja Anda.
  11. Tentukan pola kerja terbaik untuk diri sendiri.
  12. Mengendalikan tugas-tugas Anda.
  13. Memiliki kebebasan untuk menyeimbangkan tugas-tugas Anda.
  14. Bekerja dengan kecepatan yang lebih.
  15. Miliki rencana ke depan.
  16. Menyeimbangkan tuntutan pada waktu Anda.
  17. Jangan bekerja lebih dari yang Anda butuhkan.
  18. Cobalah “sambil menyelam, minum air”
  19. Gunakan waktu untuk mendapatkan hasil, bukan hanya menggugurkan kewajiban.
  20. Lakukan sesuatu yang produktif dan menyenangkan setiap hari.
  21. Bertanya: “apa yang terbaik dilakukan sekarang?”
  22. Identifikasi pemboros waktu.
  23. Memiliki tujuan hidup Anda.
  24. Efektif …
  25. … Dan kemudian efisien.
  26. Jangan terburu-buru atau terlalu banyak pekerjaan.
  27. Lakukan tugas harian secara variatif.
  28. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda pada tugas-tugas rutin.
  29. Lakukan tugas-tugas rutin dalam waktu sesingkat mungkin.
  30. Mengembangkan kebiasaan yang baik.
  31. Coba lakukan tugas rutin dengan metode yang berbeda.
  32. Memanfaatkan jalan pintas.
  33. Siapkan materi Anda di muka.
  34. Merapikan saat Anda pergi.
  35. Otomatisasi.
  36. Identifikasi penghambat kerja (bottle neck) dan menghilangkan mereka.
  37. Buat arus pekerjaan mudah.
  38. Gunakan sistem “just-in-time” untuk meminimalkan kekacauan.
  39. Selesaikan tugas-tugas yang sama sekaligus.
  40. Mengidentifikasi metode kerja tercepat dan kemudian melatih semua orang.
  41. Tahu mana pekerjaan dapat dipercepat dan yang tidak bisa.
  42. Memiliki slot waktu yang teratur untuk tugas-tugas.
  43. Menyisihkan waktu untuk tugas-tugas pemeliharaan.
  44. Jangan mengambil dokumen yang tidak perlu.
  45. Mengatur filing sistem (pengarsipan).
  46. Back up komputer Anda secara rutin.
  47. Hapus file secara teratur.
  48. Jaga agar meja Anda bersih
  49. Tangani setiap selembar kertas hanya sekali.
  50. Hilangkan junk mail dan spam.
  51. Telepon daripada menulis.
  52. Jangan apa-apa fotokopi kecuali adalah penting.
  53. Mengirim balasan pada selembar kertas yang sama.
  54. Jaga komunikasi Anda manis dan pendek.
  55. Mengelola proyek Anda dengan perkiraan waktu, biaya dan kualitas.
  56. Jalankan proyek dengan rencana waktu yang terperinci.
  57. Tambahkan pada 20% pada rencana awal proyek Anda.
  58. Memiliki daftar terperinci dari tugas-tugas proyek Anda.
  59. Buat serangkaian tenggat waktu untuk proyek-proyek Anda.
  60. Cari link yang lemah dalam proyek Anda dan memiliki rencana back-up.
  61. Streamline yang rendah dalam proyek menjadi prioritas.
  62. Tetaplah lebih depan dibandingkan dengan jadwal proyek Anda.
  63. Melacak dan memonitor kemajuan proyek Anda.
  64. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda pada pekerjaan berjalan.
  65. Memiliki visi yang jelas tentang tujuan Anda.
  66. Selaraskan tujuan Anda dengan nilai-nilai Anda.
  67. Tuliskan tujuan Anda.
  68. Rencanakan area hasil kunci Anda.
  69. Buat tujuan jangka pendek dengan metode SMART.
  70. Identifikasi pekerjaan yang Anda benci dan delegasikan.
  71. Memecah pekerjaan besar menjadi potongan kecil.
  72. Prioritaskan tugas-tugas Anda sesuai dengan kepentingannya.
  73. Bila Anda kewalahan, tulis to-do list dan prioritaskan.
  74. Rencanakan hanya menggunakan 60% dari hari Anda, meninggalkan sisanya untuk apa yang muncul tiba-tiba (yang tidak direncanakan).
  75. Masukkan  pekerjaan besar dalam buku harian Anda terlebih dahulu, kemudian yang kecil.
  76. Rayakan mencapai tujuan Anda.
  77. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda untuk melakukan tugas yang tidak rutin.
  78. Luangkan waktu untuk duduk dan berpikir.
  79. Jagalah kesehatan Anda.
  80. Luangkan waktu untuk menikmati dan menghargai.
  81. Gunakan energi saat ini.
  82. Kadang-kadang hanya melakukan apa yang ingin Anda lakukan.
  83. Ambil istirahat setidaknya setiap 90 menit.
  84. Review secara harian atau mingguan.
  85. Menghabiskan hingga seperempat hari Anda dengan orang lain.
  86. Selalu muncul untuk rapat tepat waktu.
  87. Jadilah sopan dan cepat dengan orang lain.
  88. Hanya mengadakan pertemuan yang memiliki tujuan yang jelas.
  89. Biarkan orang tahu kapan Anda tidak bebas (sibuk).
  90. Meminimalkan interupsi yang tidak perlu.
  91. Belajar mengatakan Tidak untuk pekerjaan yang bukan milikmu.
  92. Kontrol telepon Anda.
  93. Saring semua panggilan masuk.
  94. Rancangan kebijakan waktu dalam tim.
  95. Simpanlah jam di dinding.
  96. Latihlah konsentrasi Anda.
  97. Latihlah keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan Anda sehari-hari.
  98. Memahami kebribadian Anda terkait waktu.
  99. Periksa apakah Anda memiliki kecenderungan untuk kerja lembur? Perbaiki, itu tanda tidak baik.
  100. Syukuri dan nikmati waktu Anda.
Sumber : http://revolusiwaktu.com

 

Posted in Apa kmu tau!?, Motivasi dan Inspirasi | Tagged: , , , | Leave a Comment »